Lokakarya Mini Puskesmas Srandakan Bahas Sosialisasi BIAS Serta Pencegahan Bullying

Aditya Pertama 15 Oktober 2026 13:06:51 WIB

PoncoWarta - Puskesmas Srandakan menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Mini (Lokmin) pada Kamis, 15 Oktober 2026, bertempat di Puskesmas Srandakan. Kegiatan ini membahas sosialisasi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahap II tahun 2026, khususnya imunisasi Difteri Tetanus (DT) dan Tetanus Difteri (TD), serta materi mengenai pencegahan perundungan atau bullying. Dalam kesempatan ini, staf kamituwa mewakili kalurahan Poncosari dalam pertemuan Lokmin. Hadir dalam petemuan tersebut Forkompimkap Srandakan dan Perwakilan Sekolah SD-SMA seKapanewon Srandakan

Kegiatan Lokmin menjadi salah satu sarana koordinasi dan penyampaian informasi dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Srandakan. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pelaksanaan imunisasi bagi anak usia sekolah serta upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Dalam materi sosialisasi BIAS Tahap II, dibahas pentingnya pemberian imunisasi DT dan TD sebagai upaya melindungi anak dari penyakit difteri dan tetanus. Imunisasi merupakan salah satu langkah pencegahan penyakit menular yang perlu didukung oleh orang tua, pihak sekolah, tenaga kesehatan, serta pemerintah setempat. Pelaksanaan BIAS diharapkan dapat meningkatkan perlindungan kesehatan anak usia sekolah sekaligus menjaga keberlanjutan status imunisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Selain materi imunisasi, kegiatan Lokmin juga membahas persoalan bullying atau perundungan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari. Perundungan merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara berulang dan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kondisi fisik, psikologis, serta perkembangan sosial anak. Bentuknya dapat berupa kekerasan fisik, ejekan, penghinaan, pengucilan, maupun perundungan melalui media digital.

Pencegahan bullying membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. Penting bagi orang tua dan pendidik untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, mengenali tanda-tanda perundungan, serta memberikan pendampingan apabila anak mengalami atau menyaksikan tindakan tersebut. Lingkungan yang aman dan suportif akan membantu anak tumbuh dengan lebih sehat, percaya diri, dan mampu menjalin hubungan sosial yang positif.

Melalui kegiatan Lokakarya Mini ini, diharapkan koordinasi lintas sektor semakin kuat dalam mendukung keberhasilan program kesehatan, meningkatkan cakupan imunisasi anak usia sekolah, serta memperkuat upaya pencegahan perundungan. Sinergi antara Puskesmas, sekolah, keluarga, dan pemerintah kalurahan menjadi bagian penting dalam mewujudkan generasi yang sehat, terlindungi, dan berkarakter.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
Isikan kode Captcha di atas
 
Kebijakan Privasi

Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License